Benakku bergolak. ratusan gagasan baru menggelegak. Pikiran-pikiran terus membanjir. Sampai tingkat tertentu, pikiran mungkin saja dapat dikendalikan, tetapi berhenti berpikir terlalu menguras tenaga. Saat kepala dikerubungi gagasan yang sedemikian memukau, aku tidak mampu membenahinya jika belum berhasil melontarkan gagasan - gagasan baru. Semua itu tidak mungkin bisa kusingkirkan.
Jarang sekali aku dapat mengingat - ingat pikiran - pikiranku. Sebelum aku berhasil mengendapkan salah satu inspirasi, biasanya ia telah mencair menjadi sebuah ide yang lebih baik. Namun, ide baru ini pun selalu beubah-ubah hingga aku harus menyelamatkannya dari derasnya ide-ide baru yang mengalir teratur bagaikan lahar gunung.
Kepalaku kembali dipenuhi suara. Aku merasa dihantui oleh jiwa - jiwa yang berkeriapan gelisah. mereka menggunakan sel - sel otakku untuk saling berbicara satu dengan yang lain. Aku tidak memiliki ketenangan untuk menampung semuanya, sebagian harus dihalau keluar. Sedemikian banyak pikiran dalam kepala yang perlu dibongkarlepaskan secara teratur. Dalam tenggang yang tertib, aku harus duduk dengan pensil dan kertas untuk meringankan diri dari pikiran - pikiran itu.
Ketika terbangun beberapa jam lalu, akuu yakin telah menyusun kalimat bijak paling menajubkan di dunia. Sekarang aku tidak lagi yakin, tetapi setidaknya aku telah memberikan sebuah tempat yang layak pada ungkapan yang murni itu dalam buku catatanku. Aku yakin ia dapat ditukar dengan sebuah santapan malam yang lebih lezat. Jika kujual kepada seseorang yang telah punya nama, barangkali ungkapan itu akan dimasukkan dalam terbitan Ungkapan Terkenal mendatang.
Akhirnya, aku telah mengambil keputusan profesi apa yang kuinginkan. Aku akan terus melanjutkan kegiatan yang selama ini kulakukan, tetapi sejak hari ini, aku akan mendapatkan penghasilan dari kegiatan itu. Meski tidak merasa perlu dikenal --- ini merupakan sebuah pertimbangan yang penting ---aku tetap bisa jadi sangat kaya raya.