Manusia makhluk apa gerangan??
Alam semesta dipercaya bermula dari sebuah dentuman besar. Bermula dari sebuah peristiwa yang menuntut tingkat akurasi tinggi, agar planet yang bernama bumi bisa terbentuk. Bermula dari satu titik dengan suhu dan rapat massa yang sangat tinggi, kemudian berkembang dengan kecepatan mahadahsyat. Seandainya perkembangan ini hanya kurang sedikit seperibu milyar, alam semesta yang baru terkembang akan runtuh sebelum mencapai 10 ribu derajat. Dan andai kecepatannya lebih tinggi barang satu per juta saja, alam semesta akan berkembang terlalu cepat, bintang-bintang takkan tercipta, pun planet bernama bumi. Begitu pula dengan kekuatan nuklirnya andai energi nuklir semesta lebih rendah sedikit, yang tersisa hanyalah gas Hidrogen. Jika energi nuklir tersebut terlampau tinggi, seluruh hidrogen akan menjadi Helium, air takkan terbentuk, kehidupan takkan pernah ada.
Berikut adalah cuplikan video proses pembentukan Alam Semesta
Begitulah cuplikan salah satu teka-teki Einstein yang mungkin masih menjadi pertanyaan di hati kita semua. Tapi itu adalah cara bagaimana Einstein menyampaikan kalimatnya. Sejatinya semuanya tergantung kita bagaimana kita bisa memahami dengan bahasa yang sangat mudah. Dan hal yang mudah terkadang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari yang sangat familiar sebenarnya. Pesan yang disampaikan oleh Einstein bermula dari sebuah hal yang kita jalani dari kita dilahirkan hingga kita besar yang berarti segala sesuatunya sudah ditentukan atau yang biasa kita kenal adalah TAKDIR. Jadi "Bagi seseorang yang mengetahui takdirnya, maka harus menjalaninya".
Tapi sudah dikatakan oleh penulis, bahwa takdir bukan
sesederhana kalimatnya. kita melakukan segala sesuatu juga bergantung bagaimana usaha yang kita hadapi bukan semata- mata takdir yang telah ditentukan.
"Alam
terdiri dari banyak lapis, wujud yang berhierarki, dengan pluralitas
perangkat epistemologisnya manusia adalah objek artifisial"
"Kita adalah boneka-boneka yang diberi kehidupan. Nasihatku untuk mereka yang ingin menemukan diri mereka adalah : tetaplah dimana kau berada. Kalau tidak, kau akan dalam bahaya kehilangan dirimu untuk selamanya"
"makin cantik seseorang, maka sulit ia menemukan diri sendiri"
Ketika seseorang meyakini bahwa dia cantik pasti dia akan menganggap dunia menyanjungnya. Dia berpikir apa yang ia lakukan slalu benar dan slalu dianggap baik sehingga tidak ada kesalahan yang ia lakukan. Padahal kesalahan itu akan menemukan titik dimana harus ada pembenahan dalam hal yang lebih baik. Ketika dia cantik sebenarnya seseorang tidak bisa atau kurang bisa menemukan potensi dirinya
"Kita adalah makhluk kerdil di atas sana ada jutaan galaksi. Masing- masing terdiri dari ratusan juta. Dan hanya tuhan yang tau ada berapa banyak planet disana"
Kita menganggap diri kita berukuran normal tetapi itu terjadi hanya di bumi sejatinya ukuran kita adalah milimikro di angkasa. Coba anda bayangkan bumi termasuk anggota tata surya. Dan tata surya itu merupakan salah satu gugusan planet-planet yang membentuk sebuah galaksi. Dan galaksi yang kita tempati adalah galaksi bimasakti yang merupakan salah satu diantara galaksi-galaksi lainnya diantaranya galaksi andromeda, galaksi tak beraturan dll. Dan kumpulan dari keseluruhan galaksi itu membentuk jagat raya ini. Coba bayangkan kita hanya setitik zat diluar sana dan jika ada seseorang yang mengaku sebagai "tuhan" apa dalih yang bisa ia ungkapkan untuk membuktikannya. Apa hal yang bisa dilakukan dalam menciptakan sesuatu. Hal yang sangat konyol dan mustahil.
"Jagat ini disesaki oleh kehidupan. Hanya saja kita tidak pernah mendapat jawaban pasti apakah kita sendirian"
Alam semesta ini bergerak seolah-olah hidup dan setiap planet memiliki unsur-unsur tersendiri di setiap zatnya atau molekulnya. Kita juga belum tau apakah hanya diplanet bumi saja kita ada atau ada makhluk di planet lain diluar sana karena teknologi yang kita punya bisa mengkomunikasikannya menembus lebih jauh akan tetapi itu masih ambigu dan masih sebuah asumsi semata.
"Tuhan duduk di langit seraya tertawa karena orang-orang tak beriman kepada-NYA"
Mungkin tuhan merasa gemas, karena mereka diberikan begitu banyak nikmat terutama nikmat duniawi. Mereka hanya disuruh mengimani saja adanya tuhan yang menciptakan jagat raya ini, beriman kepada-NYA hanya itu, bahkan amalan-amalan yang ada itu hanya demi kebaikan diri mereka sendiri. Tuhan tidak butuh apapun. Hanya membutuhkan ketaatan dan kekhalifahan diri mereka dalam merawat yang telah diamanatkan tuhan kepada mereka. Ketika mereka tidak beriman sejatinya mereka tengah mencelakakan diri mereka sendiri, mereka bahagia dalam gemerlap dunia yang membuat mereka tertekan, tidak tenang, dan itu kesenangan bersifat sementara karena dalam diri mereka tidak adanya siraman rohani atau kekosongan hati akan ketenangan jiwa
"Slalu lebih mudah bertanya daripada menjawab pertanyaan "
Dalam sebuah diskusi contohnya, atau suatu perundingan ketika moderator menyampaikan sebuah masalah yang dihadapi dan dirundingkan secara bersama. Pasti ada pertanyaan sebagai penyempurna diskusi tersebut. Dan ketika sebuah pertanyaan itu memang mudah untuk diucapkan karena terkadang begitu cepat memutar di otak atau spontanitas, dan tanpa disadari otak mengirimkan gelombang pertanyaan sulit. Maka mencari jawaban merangkainya mencari ruang demi ruang di dalam otak bukan sama dengan spontanitas tapi perlu waktu yang menyatukan jawaban tersebut. Sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari mencari masalah sangatlah gampang bahkan mudah tapi apa kita bisa mencarikan sebuah solusi secara mudah?? Itu perlu waktu. Dan segala apa yang kita perbuat selama di dunia ini memerlukan pemikiran matang dari tuhan, tuhan tidak hanya sekedar menciptakan ruang ini tanpa sebuah “soal” yang spontanitas yang menghasilkan serangkaian jawaban yang indah nan elok dalam kurun waktu yang tidak sebentar.
"Kita begitu pandai, membuat bom atom dan meluncurkan roket ke bulan. Tapi, tak seorangpun di antara kita bertanya darimana kita berasal. Kita tahu-tahu ada disini, menempati tempat kita"
"Malaikat lebih cerdas daripada orang mereka memahami apapun yang dipahami manusia, tanpa mesti berfikir"
Manusia diciptakan dengan akal dan nafsu, sedangkan malaikat diciptakan dengan akal saja. Maka sejatiya penghambat dari kecerdasan yang dimiliki manusia adalah nafsu itu sendiri, namun tanpa adanya nafsu manusia tidak bisa mengupayan otaknya dengan optimal. Malaikat mengoptimalkan segala hal yang dianugrahkan tuhan kepadanya dengan akal. Dan itu merupakan kecerdasan yang optimal karena malaikat bekerja tanpa ada halangan sama sekali ,begitu sempurnanya hingga tidak ada halangan yang berarti. Tapi tetap saja penyandang “makhluk tersempurna” tetaplah manusia yang dilengkapi keduanya yang tidak hanya menjadikan itu sebagai sebuah tolak ukur tapi memang bentuk tersempurna adalah manusia. Dengan adanya nafsu sekaligus otak yang dimilikinya manusia diberi amanah yang begitu besar yaitu menjaga peradaban bumi. Itu merupakan sebuah tanggung jawab yang lumayan berat, dengan memiliki tugas seperti itu beserta harus tetap mengimani mungkin bukan hal yang sulit. Banyak rintangan menghadang terutama dari sesama manusia itu sendiri. Mereka menyalahgunakan amanah yang tuhan berikan dengan melakukan kerusakan di bumi, berperang di sana sini, menciptakan ketakutan bagi sesama saudaranya. Itu bukan tugas yang mudah.
"Buah bibir adalah sepotong kabar, sepotong kabar yang tak akan bertahan lama. Ia menarik
perhatian pada suatu hari, kemudian dilupakan"
Buah bibir atau istilah yang sangat mudahnya adalah gosip, terkadang itu sangat menarik perhatian pada awalnya. Dan itu biasa terjadi bagi seseorang yang menjadi “korban”. Dia begitu terpukul jika gosip itu buruk bahkan mengubah hidupnya dan membuatnya terpuruk, tetapi dia begitu bahagia apabila gosip yang berkembang baik bahkan membuatnya bersemangat dan tersenyum riang. Tapi hal itu hanya bersifat semestara, jadi bersyukurlah bagi yang mengalaminya walaupun itu buruk itu akan melatih diri seseorang menjadikan tameng bagi diri mereka untuk lebih kuat menghadapi segala hal. Akan tetapi ketika seseorang menerima hal baik sejatinya mereka juga tetap bersyukur atas hal baik tersebut, akan tetapi jangan terlalu berlebihan yang menimbulkan sifat sombang yang merupakan penyakit hati dan malah berbalik buruk pada mereka. Begitulah cara kerja gosip hanya saja perlu ada latihan dalam pengontrolan tersebut. Dan itu tidak bisa terhindarkan karena itu merupakan sifat harfiah manusia.
"Tak jadi soal apa nama planet yang kita huni. Intinya adalah kau juga seorang manusia berkaki dua yang melata di muka sebuah planet dalam jagat raya ini"
"Tetapi hal yang kebetulan adalah sesuatu yang benar-benar terjadi secara kebetulan"
"Kesempatan seorang nenek moyangmu untuk tetap bertahan hidup sampai dewasa adalah satu banding beberapa milyar"
"Tentang mata rantai panjang hal-hal yang kebetulan kenyataannya, rantai itu kembali ke sel hidup pertama, yang terbagi menjadi dua dan dari sana lahir segala sesuatu yang tumbuh dan muncul di planet ini sekarang. Keputusan tidak terputusnya rantaiku pada suatu saat atau saat yang lainnya selama tiga (empat milyar tahun sangat kecil, saking kecilnya sampai hampir tidak terbayangkan) "
"Kehidupan sebuah lotre besar dimana hanya kartu pemenanglah yang tampak"
"Dia melihat dirinya sendiri sebagai radio penerima yang hanya menangkap datangnya gelombang radio yang telah diatur. Mungkin itu apa yang disebut orang sebagai inspirasi"
"Ketika orang tertarik pada hal-hal berbau supranatural, mereka menderita kebutaan. Mereka tidak melihat hal-hal yang paling misterius dari semuanya yang ada di dunia ini. Mereka tertarik pada makhluk - makhluk mars dan piring terbang daripada tertarik pada semua teka teki yang terbentang di depan mata. Aku tak berfikir bahwa dunia merupakan sebuah hal yang kebetulan"
"Kupikir semua yang ada di alam semesta ini memiliki tujuan"
"Kehidupan kita adalah bagian dari petualangan yang unik. Tetapi akan terjadi karena kita tak menyadari bahwa dunia adalah misteri"
"Tuhan memutuskan apa yang sebaiknya dikatakan atau dilakukan, maka kajian sungguh - sungguh dilakukan berdasarkan pekerjaan ini bisa memberikan berbagai macam alasan"
"Kukatakan memang aneh bahwa umat manusia begitu pandai dalam banyak hal. Kami menemukan angkasa dan komposisi atom... Namun itu tak membuat kita memahami akan diri kita sebenarnya"
"Jika otak kita cukup sederhana untuk memahaminya, maka akan sangat bodoh jika kita tak mampu memahaminya sama sekali"
"Suatu kali seorang astronot dan ahli bedah otak asal Rusia berdiskusi tentang Kristenisasi. Ahli bedah otak itu beragama kristen, tetapi si astronot bukan. 'Aku pernah ke luar angkasa beberapa kali', kata si astronot, 'Tapi belum pernah aku melihat malaikat'. Ahli bedah otak itu menatap takjub, tapi kemudian dia berkata 'Dan aku telah mengoperasi banyak otak pintar, tapi belum pernah kulihat satu otak pun"
"Filsuf artinya orang yang mencari kebijakan. Akan tetapi bukan berarti bahwa para filsuf memang bijak"
"Aku harus bilang bahwa orang paling bijak adalah orang yang tak memberi kesan tahu lebih banyak dari yang sebenarnya ia ketahui"
"Orang lain puas dengan hal-hal kecil yang mereka ketahui, meskipun mereka tidak tau apapun"
"Kenalilah dirimu sendiri tapi itu jauh lebih mudah dikatakan daripada dilakukan"
"Angin waktu menghembus kita, menghempas kita dan sesungguhnya kita adalah angin itu sendiri kemudian menjatuhkan kita kembali"
"Kita disukai dan terperdaya. Slalu ada kebohongan dan rekayasa untuk menggantikan tempat kita. Kita tidak berdiri di atas tanah kokoh, kita bahkan tak berdiri diatas pasir - kita bahkan adalah pasir itu sendiri"
"Waktu mengikuti setiap langkah kita, karena segala sesuatu di sekitar kita terbenam dalam kesementaraan"
"Waktu tak berlalu dan waktu tidak berdetik. Kita adalah manusia-manusia yang berlalu dan jam kita berdetik. Waktu melahap jalannya sendiri melalui sejarah, sesunyi dan sekeras mentari yang terbit di arah timur dan tenggelam di sebelah barat. Ia membuka peradaban besar, menggerogoti monumen tua, dan melahap generasi demi generasi. Itulah mengapa kita berbicara tentang pengrusakan waktu -waktu memamah dan mengunyah- dan kitalah yang berada di antara rahangnya"
"Sekian waktu lama, kita adalah bagian dari sekelompok makhluk hebat. Kita berjalan di atas bumi seakan-akan adalah hal yang paling nyata dibanding hal lainnya. Tetapi segala sesuatu akan musnah"
"Kita hidup di sebuah planet dalam jagat raya ini, tetapi segera kita akan tersapu dari orbit. Abrakadabra. Dan kita akan musnah"
"Jika kita hidup di abad berbeda, kita akan membagi kehidupan kita dengan orang lain"
"Lihatlah kita hidup, tetapi kita menjalani kehidupan ini satu kali saja. Kita mengembangkan tangan dan menyatakan bahwa kita ada, tetapi kemudian kita tersingkir ke tepi dan terdorong ke kedalaman sejarah. Karena kita mudah disingkirkan. Kita adalah bagian dari penyamaran abadi dimana topeng-topeng dipakai bergantian. Tetapi kita berhak mendapatkan lebih. "
"Pikiran tidak mengalir. Para filsuf di athena percaya ada juga sesuatu yang tidak berjalan yaitu dunia gagasan"
"Sama halnya dengan segala sesuatu yang kita lihat disekeliling kita. Kita berfikir segalanya dapat lebih baik. Itu karena seluruh bayangan di dalam kepala kita berasal dari dunia gagasan. Dari sanalah kita sesungguhnya berasal"
Dan sesuatu
imaginative terkadang sangat rumit dan sifat-sifat sebelumnya yang sudah saya
sebutkan. Begitulah tempat asal kita, sesuatu yang imaginative yang tidak hanya
di devinisikan dari otak kita melainkan itu belum waktunya dan belum mampu
"Jiwa kita telah ada sebelum ia merekat pada sebuah raga dan akan kembali ke alam sana ketika tubuh itu mati dan berlalunya sang waktu"
Dan ketika tubuh itu
sudah mati tak berfungsi. Maka tidak ada harta yang bisa menyelamatkan atau
menegoisasikan. Dan itu tidak mungkin. Tubuh itu akan ditinggalkan oleh jiwa
dan kembali ke tuhan ebagai bentuk pertanggung jawaban
"Tetapi kita memiliki sesuatu yang tak dapat dikikis oleh waktu itu karena waktu tak benar-benar ada disana. Kita perlu memandang dari segala segi yang ada di sekitar kita dan melihat itulah gambaran yang diwakilinya. "
"dunia telah menjadi kebiasaan. Mereka terkesan dengan segala yang mereka lihat di sekitar mereka hingga mereka tak dapat mempercayai penglihatannya. Kita telah melihat segalanya beberapa kali sebelumnya hingga kita menganggap kenyataan sebagai sesuatu yang apa adanya"
Mereka (orang yang cinta dunia) menganggap dunia ini segala-galanya hingga menyilaukan mata mereka menganggap hanya dunia yang bisa memenuhi permintaan mereka karena mereka tau bahwa tidak ada kehidupan yang datang 2 kali. Pikiran mereka kerdil, mereka dibutakan oleh kesenangan duniawi mereka melihat hanya dari dhohirnya saja tidak mengambil hikmah atas anugrah yang telah diberikan tuhan dalam hidup mereka.
Sedangkan kita (orang yang menganggap dunia biasa) yang melihat dunia apa adanya tidak lebih tidak kurang bahkan menjijikan dalam kategori orang biasa mungkin mereka hanya memandang biasa menganggap dunia biasa-biasa saja melakukan hal dengan apa adanya, tapi kalau orang yang menganggap dunia menjijikan, dunia bagaikan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi sehingga batas ruang penglihatan kita ke mereka sangat kecil.
.
"Kita adalah makhluk kerdil di atas sana ada jutaan galaksi. Masing- masing terdiri dari ratusan juta. Dan hanya tuhan yang tau ada berapa banyak planet disana"
Kita menganggap diri kita berukuran normal tetapi itu terjadi hanya di bumi sejatinya ukuran kita adalah milimikro di angkasa. Coba anda bayangkan bumi termasuk anggota tata surya. Dan tata surya itu merupakan salah satu gugusan planet-planet yang membentuk sebuah galaksi. Dan galaksi yang kita tempati adalah galaksi bimasakti yang merupakan salah satu diantara galaksi-galaksi lainnya diantaranya galaksi andromeda, galaksi tak beraturan dll. Dan kumpulan dari keseluruhan galaksi itu membentuk jagat raya ini. Coba bayangkan kita hanya setitik zat diluar sana dan jika ada seseorang yang mengaku sebagai "tuhan" apa dalih yang bisa ia ungkapkan untuk membuktikannya. Apa hal yang bisa dilakukan dalam menciptakan sesuatu. Hal yang sangat konyol dan mustahil.
"Jagat ini disesaki oleh kehidupan. Hanya saja kita tidak pernah mendapat jawaban pasti apakah kita sendirian"
Alam semesta ini bergerak seolah-olah hidup dan setiap planet memiliki unsur-unsur tersendiri di setiap zatnya atau molekulnya. Kita juga belum tau apakah hanya diplanet bumi saja kita ada atau ada makhluk di planet lain diluar sana karena teknologi yang kita punya bisa mengkomunikasikannya menembus lebih jauh akan tetapi itu masih ambigu dan masih sebuah asumsi semata.
"Tuhan duduk di langit seraya tertawa karena orang-orang tak beriman kepada-NYA"
Mungkin tuhan merasa gemas, karena mereka diberikan begitu banyak nikmat terutama nikmat duniawi. Mereka hanya disuruh mengimani saja adanya tuhan yang menciptakan jagat raya ini, beriman kepada-NYA hanya itu, bahkan amalan-amalan yang ada itu hanya demi kebaikan diri mereka sendiri. Tuhan tidak butuh apapun. Hanya membutuhkan ketaatan dan kekhalifahan diri mereka dalam merawat yang telah diamanatkan tuhan kepada mereka. Ketika mereka tidak beriman sejatinya mereka tengah mencelakakan diri mereka sendiri, mereka bahagia dalam gemerlap dunia yang membuat mereka tertekan, tidak tenang, dan itu kesenangan bersifat sementara karena dalam diri mereka tidak adanya siraman rohani atau kekosongan hati akan ketenangan jiwa
"Nasihatku
untuk mereka yang ingin menemukan diri adalah : tetaplah dimana kau berada.
Kala tidak kau akan dalam bahaya kehilangan dirimu untuk selamanya"
Jika kau ingin mencari
jati dirimu sendiri, maka kau harus bercermin pada dirimu apa yang harus kau lakukan
terlebih dahulu. Apa yang kurang dari dirimu sejatinya itu memang terlihat
mudah tapi sebelum kau berada di tengah-tengah masyarakat, kau harus mengetahui
apa tujuan kau berada disana? Apakah dengan berada di sana kau memberikan hal
positif atau setidaknya manfaat bagi orang di sekelilingmu atau belum. Tanyakan
itu pada dirimu... setelah kurasa itu semua sudah tercukupi maka kau bisa
berada di tengah masyarakat dengan ringan tanpa beban. Karena kau sudah
terlatih. Akan tetapi ketika kau sudah berada di atas jangan lupakan yang ada
di bawah. Karena segala hal berasal dari bawah. Jika kau melupakannya, maka
hidupmu akan goyah kau tidak bisa menemukan jati dirimu lagi. Karena kau merasa
sesuatu itu tidak perlu penghargaan dan itu sangat menyakitkan bagi ke
depannya. Tetaplah stabil dengan menghargai yang bawah tapi tidak mengurangi
sedikit pun kecintaanmu pada yang atas.
"Slalu lebih mudah bertanya daripada menjawab pertanyaan "
Dalam sebuah diskusi contohnya, atau suatu perundingan ketika moderator menyampaikan sebuah masalah yang dihadapi dan dirundingkan secara bersama. Pasti ada pertanyaan sebagai penyempurna diskusi tersebut. Dan ketika sebuah pertanyaan itu memang mudah untuk diucapkan karena terkadang begitu cepat memutar di otak atau spontanitas, dan tanpa disadari otak mengirimkan gelombang pertanyaan sulit. Maka mencari jawaban merangkainya mencari ruang demi ruang di dalam otak bukan sama dengan spontanitas tapi perlu waktu yang menyatukan jawaban tersebut. Sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari mencari masalah sangatlah gampang bahkan mudah tapi apa kita bisa mencarikan sebuah solusi secara mudah?? Itu perlu waktu. Dan segala apa yang kita perbuat selama di dunia ini memerlukan pemikiran matang dari tuhan, tuhan tidak hanya sekedar menciptakan ruang ini tanpa sebuah “soal” yang spontanitas yang menghasilkan serangkaian jawaban yang indah nan elok dalam kurun waktu yang tidak sebentar.
"Kita begitu pandai, membuat bom atom dan meluncurkan roket ke bulan. Tapi, tak seorangpun di antara kita bertanya darimana kita berasal. Kita tahu-tahu ada disini, menempati tempat kita"
Kita punya porsi yang
sama sebagai manusia, memiliki otak memiliki organ yang lengkap, dan memiliki
tempat tinggal yang nyaman bernama bumi. Yang membedakan kita dengan yang
lainnya hanya saja harapan, tujuan hidup, dan usaha seseorang. Bagaimana upaya
seseorang yang memiliki segala hal yang sama, akan tetapi tidak digunakan
sebagaimana semestinya. Mereka memiliki kesempatan yang sama meraih hidup yang
lebih baik tercapai tujuan masing-masing. Yang membedakan hanyalah kekuatan
usaha seberapa keras seberapa berusahanya beseta seberapa kuat kekuatan doanya.
Tuhan hanya mengabulkan saja tetapi sesuai dengan apa yang dia usahakan seperti
itu.
"Malaikat lebih cerdas daripada orang mereka memahami apapun yang dipahami manusia, tanpa mesti berfikir"
Manusia diciptakan dengan akal dan nafsu, sedangkan malaikat diciptakan dengan akal saja. Maka sejatiya penghambat dari kecerdasan yang dimiliki manusia adalah nafsu itu sendiri, namun tanpa adanya nafsu manusia tidak bisa mengupayan otaknya dengan optimal. Malaikat mengoptimalkan segala hal yang dianugrahkan tuhan kepadanya dengan akal. Dan itu merupakan kecerdasan yang optimal karena malaikat bekerja tanpa ada halangan sama sekali ,begitu sempurnanya hingga tidak ada halangan yang berarti. Tapi tetap saja penyandang “makhluk tersempurna” tetaplah manusia yang dilengkapi keduanya yang tidak hanya menjadikan itu sebagai sebuah tolak ukur tapi memang bentuk tersempurna adalah manusia. Dengan adanya nafsu sekaligus otak yang dimilikinya manusia diberi amanah yang begitu besar yaitu menjaga peradaban bumi. Itu merupakan sebuah tanggung jawab yang lumayan berat, dengan memiliki tugas seperti itu beserta harus tetap mengimani mungkin bukan hal yang sulit. Banyak rintangan menghadang terutama dari sesama manusia itu sendiri. Mereka menyalahgunakan amanah yang tuhan berikan dengan melakukan kerusakan di bumi, berperang di sana sini, menciptakan ketakutan bagi sesama saudaranya. Itu bukan tugas yang mudah.
"Buah bibir adalah sepotong kabar, sepotong kabar yang tak akan bertahan lama. Ia menarik
perhatian pada suatu hari, kemudian dilupakan"
Buah bibir atau istilah yang sangat mudahnya adalah gosip, terkadang itu sangat menarik perhatian pada awalnya. Dan itu biasa terjadi bagi seseorang yang menjadi “korban”. Dia begitu terpukul jika gosip itu buruk bahkan mengubah hidupnya dan membuatnya terpuruk, tetapi dia begitu bahagia apabila gosip yang berkembang baik bahkan membuatnya bersemangat dan tersenyum riang. Tapi hal itu hanya bersifat semestara, jadi bersyukurlah bagi yang mengalaminya walaupun itu buruk itu akan melatih diri seseorang menjadikan tameng bagi diri mereka untuk lebih kuat menghadapi segala hal. Akan tetapi ketika seseorang menerima hal baik sejatinya mereka juga tetap bersyukur atas hal baik tersebut, akan tetapi jangan terlalu berlebihan yang menimbulkan sifat sombang yang merupakan penyakit hati dan malah berbalik buruk pada mereka. Begitulah cara kerja gosip hanya saja perlu ada latihan dalam pengontrolan tersebut. Dan itu tidak bisa terhindarkan karena itu merupakan sifat harfiah manusia.
"Tak jadi soal apa nama planet yang kita huni. Intinya adalah kau juga seorang manusia berkaki dua yang melata di muka sebuah planet dalam jagat raya ini"
Kita punya porsi yang
sama sebagai manusia, memiliki otak memiliki organ yang lengkap, dan memiliki
tempat tinggal yang nyaman bernama bumi. Yang membedakan kita dengan yang
lainnya hanya saja harapan, tujuan hidup, dan usaha seseorang. Bagaimana upaya
seseorang yang memiliki segala hal yang sama, akan tetapi tidak digunakan
sebagaimana semestinya. Mereka memiliki kesempatan yang sama meraih hidup yang
lebih baik tercapai tujuan masing-masing. Yang membedakan hanyalah kekuatan
usaha seberapa keras seberapa berusahanya beseta seberapa kuat kekuatan doanya.
Tuhan hanya mengabulkan saja tetapi sesuai dengan apa yang dia usahakan seperti
itu.
"Tetapi hal yang kebetulan adalah sesuatu yang benar-benar terjadi secara kebetulan"
Ketika singularitas
berkembang membentuk dimensi ruang waktu, mungkin penyebabnya Cuma kebetulan.
Senyawa organik preekusor kehidupan pun mungkin terbentuk karena petir dan
radiasi kebetulan menyambar sup pramodial.
“Prinsip dasar mekanika
kuantum adalah ketidakpastian”
Tidak pasti dalam
artian kita tidak benar-benar mengukur secara eksak posisi dan momentum
partikel pada suatu titik. Dalam fisika kuantum, sebuah atom bisa berada dalam
posisi tereksitasi maupun tidak. Posisi spin elektron bisa positif sekaligus
negatif. Kita sebut posisi ini ‘superposition’. Namun, dalam intropeksi
Kopenhagen, ketika ada pengamat, fungsi gelombang partikel akan kolaps, menjadi
satu kemungkinan saja, dengan probabilitas 50:50.
Erwhin Schrodinger
mencoba menantang interpretasi Kopenhagen ini dengan sebuah eksperimen
imaginer. Bayangkan seorang kucing, terperangkap di dalam kotak bersama sumber
radio aktif dan sebotol racun. Partikel radioaktif tersebut dihubungkan dengan
Geiger Counter , yang bisa mendeteksi radioaktif yaitu satu atom luruh. Kalau ada
satu atom saja atom yang luruh, tabung racun akan pecah dan si kucing mati atau
dalam versi Einstein , bubuk mesiu meledak dan si kucing mati.
Tapi balik lagi ke
dasar Mekanika Kuantum. Partikel radioaktif tadi punya kemungkinan luruh atau
tidak luruh 50:50. Kita baru tau partikelnya luruh atau tidak setelah ada yang
mengobservasi. Jadi selama kotak itu masih tertutup, atom kita sebut luruh
sekaligus. Dan si kucing di posisi mati sekaligus hidup. Secara institusi,
mustahil kucing bisa mati sekaligus hidup pada saat yang sama. Tapi pada
tingkat subatomik, superposisi sudah diamati pada partikel foton dan ion
berilium. Eksperium ini juga membuka interpretasi baru di luar interpretasi
Kopenhagen, misalnya multiverse, dimana kucing mati sekaligus hidup, hanya saja
di dunia yang “berbeda”.
Sampai saat ini masih
belum ada kerangka matematika yang bisa menjelaskan kecuali probabilitas. Jadi kemungkinan
si kucing mati atau hidup sama halnya dengan melempar sebuah koin. Hasilnya sungguh
sebuah kebetulan. Jadi kebetulan bukan “kebetulan”, tapi hasil
dari variabel-variabel di luar nalar manusia. Bukan kebetulan tapi takdir
Dalam segi teori mulai
dari biologi, fisika, hingga matematika sekalipun dalam perhitungan yang akurat
kebetulan memang slalu menghasilkan hasil yang tidak pasti. Tapi apakah sebatas
itu saja pembuktiannya. Dalam ketentuan sebuah hidup kebetulan kerap kali
berhubungan dengan keberuntungan. Orang yang sangat cerdas pun tidak akan
dipungkiri akan kalah dengan orang yang beruntung. Keberuntungan bukanlah hal
yang untuk dicari, kata itu muncul ketika menemukan orang yang tepat, disaat
yang tepat, dan diwaktu yang tepat. Tidak ada yang tau bagaimana orang bisa
mendapatkannya mudah ataupun susah sekalipun
"Tentang mata rantai panjang hal-hal yang kebetulan kenyataannya, rantai itu kembali ke sel hidup pertama, yang terbagi menjadi dua dan dari sana lahir segala sesuatu yang tumbuh dan muncul di planet ini sekarang. Keputusan tidak terputusnya rantaiku pada suatu saat atau saat yang lainnya selama tiga (empat milyar tahun sangat kecil, saking kecilnya sampai hampir tidak terbayangkan) "
"Kehidupan sebuah lotre besar dimana hanya kartu pemenanglah yang tampak"
"Dia melihat dirinya sendiri sebagai radio penerima yang hanya menangkap datangnya gelombang radio yang telah diatur. Mungkin itu apa yang disebut orang sebagai inspirasi"
"Ketika orang tertarik pada hal-hal berbau supranatural, mereka menderita kebutaan. Mereka tidak melihat hal-hal yang paling misterius dari semuanya yang ada di dunia ini. Mereka tertarik pada makhluk - makhluk mars dan piring terbang daripada tertarik pada semua teka teki yang terbentang di depan mata. Aku tak berfikir bahwa dunia merupakan sebuah hal yang kebetulan"
"Kupikir semua yang ada di alam semesta ini memiliki tujuan"
"Kehidupan kita adalah bagian dari petualangan yang unik. Tetapi akan terjadi karena kita tak menyadari bahwa dunia adalah misteri"
"Tuhan memutuskan apa yang sebaiknya dikatakan atau dilakukan, maka kajian sungguh - sungguh dilakukan berdasarkan pekerjaan ini bisa memberikan berbagai macam alasan"
"Kukatakan memang aneh bahwa umat manusia begitu pandai dalam banyak hal. Kami menemukan angkasa dan komposisi atom... Namun itu tak membuat kita memahami akan diri kita sebenarnya"
"Jika otak kita cukup sederhana untuk memahaminya, maka akan sangat bodoh jika kita tak mampu memahaminya sama sekali"
"Suatu kali seorang astronot dan ahli bedah otak asal Rusia berdiskusi tentang Kristenisasi. Ahli bedah otak itu beragama kristen, tetapi si astronot bukan. 'Aku pernah ke luar angkasa beberapa kali', kata si astronot, 'Tapi belum pernah aku melihat malaikat'. Ahli bedah otak itu menatap takjub, tapi kemudian dia berkata 'Dan aku telah mengoperasi banyak otak pintar, tapi belum pernah kulihat satu otak pun"
"Filsuf artinya orang yang mencari kebijakan. Akan tetapi bukan berarti bahwa para filsuf memang bijak"
"Aku harus bilang bahwa orang paling bijak adalah orang yang tak memberi kesan tahu lebih banyak dari yang sebenarnya ia ketahui"
"Orang lain puas dengan hal-hal kecil yang mereka ketahui, meskipun mereka tidak tau apapun"
"Kenalilah dirimu sendiri tapi itu jauh lebih mudah dikatakan daripada dilakukan"
"Angin waktu menghembus kita, menghempas kita dan sesungguhnya kita adalah angin itu sendiri kemudian menjatuhkan kita kembali"
"Kita disukai dan terperdaya. Slalu ada kebohongan dan rekayasa untuk menggantikan tempat kita. Kita tidak berdiri di atas tanah kokoh, kita bahkan tak berdiri diatas pasir - kita bahkan adalah pasir itu sendiri"
"Waktu mengikuti setiap langkah kita, karena segala sesuatu di sekitar kita terbenam dalam kesementaraan"
"Waktu tak berlalu dan waktu tidak berdetik. Kita adalah manusia-manusia yang berlalu dan jam kita berdetik. Waktu melahap jalannya sendiri melalui sejarah, sesunyi dan sekeras mentari yang terbit di arah timur dan tenggelam di sebelah barat. Ia membuka peradaban besar, menggerogoti monumen tua, dan melahap generasi demi generasi. Itulah mengapa kita berbicara tentang pengrusakan waktu -waktu memamah dan mengunyah- dan kitalah yang berada di antara rahangnya"
"Sekian waktu lama, kita adalah bagian dari sekelompok makhluk hebat. Kita berjalan di atas bumi seakan-akan adalah hal yang paling nyata dibanding hal lainnya. Tetapi segala sesuatu akan musnah"
"Kita hidup di sebuah planet dalam jagat raya ini, tetapi segera kita akan tersapu dari orbit. Abrakadabra. Dan kita akan musnah"
"Jika kita hidup di abad berbeda, kita akan membagi kehidupan kita dengan orang lain"
"Lihatlah kita hidup, tetapi kita menjalani kehidupan ini satu kali saja. Kita mengembangkan tangan dan menyatakan bahwa kita ada, tetapi kemudian kita tersingkir ke tepi dan terdorong ke kedalaman sejarah. Karena kita mudah disingkirkan. Kita adalah bagian dari penyamaran abadi dimana topeng-topeng dipakai bergantian. Tetapi kita berhak mendapatkan lebih. "
"Pikiran tidak mengalir. Para filsuf di athena percaya ada juga sesuatu yang tidak berjalan yaitu dunia gagasan"
"Sama halnya dengan segala sesuatu yang kita lihat disekeliling kita. Kita berfikir segalanya dapat lebih baik. Itu karena seluruh bayangan di dalam kepala kita berasal dari dunia gagasan. Dari sanalah kita sesungguhnya berasal"
Itu
adalah sebuah imaginasi, dunia imaginasi memang tak terbatas. Einstein pernah
mengatakan imaginasi seorang manusia itu nyata dan harus dimiliki. Imaginasi
adalah sebuah ruang dimana otak bekerja di luar nalar bersifat abstrak dan
tidak beraturan. Ruang imaginasi terkadang tidak bisa dipahami itu karena ruang
lingkup dari imaginasi itu sendiri sangatlah besar dan tak terbatas. Otak kita
begitu kecil, namun didalam otak ada berjuta-juta neutron penyimpan memori dan
penghantar energy yang sangat besar itu adalah ruang yang sangat tepat untuk
menempatkan imaginasi. Begitulah otak.
"Jiwa kita telah ada sebelum ia merekat pada sebuah raga dan akan kembali ke alam sana ketika tubuh itu mati dan berlalunya sang waktu"
Jika
kau memercayai ada kehidupan sebelum dunia. Maka itu benar, ada penciptaan
sebelum dunia dan seisinya itu ada. Di sana sangat indah, keindahan yang tak
terkira bila hanya dilukiskan dari sebuah mata maupun hati. Dan itu sudah
ditempati oleh tuhan dan malaikat-malaikatnya. Sebelum manusia diciptakan dunia
dan seisinya tuhan sudah merencanakan dan merancang sebuah penciptaan
terhebatnya. Terspektakulernya sepanjang dia menciptakan. Begitu antusiasnya
hingga diciptakannyalah beberapa jiwa yang kita sebut roh sebagai mesin yang
akan menjalankan tubuh membentuk manusia tersebut.
Tuhan
bukanlah manusia. Bagaimana bisa dikatakan manusia menciptakan manusia itu hal
yang sangat semu dan absurd. Tidak ada manusia hebat di dunia ini. Menurut
mereka kehebatan mereka didapatkan dari harta yang artinya menghambakan harta.
Tapi harta itu tidak akan abadi. Harta akan terkikis seiring waktu. Hingga
meninggalkan sebuah jiwa dan tubuh manusia. Tidak akan yang bersisa dari sebuah
harta.
"Tetapi kita memiliki sesuatu yang tak dapat dikikis oleh waktu itu karena waktu tak benar-benar ada disana. Kita perlu memandang dari segala segi yang ada di sekitar kita dan melihat itulah gambaran yang diwakilinya. "
Sesuatu
yang tak dapat dikikis oleh waktu itu adalah sebuah takdir. Takdir adalah
sesuatu yang sudah ditentukan, sesuatu yang sudah ditetapkan. Keadaan dimana
mereka harus melakukannya. Takdir dapat merubah keadaan karena takdir tidak
mewakili waktu karena telah ditetapkan. Jika kau yakin akan sebuah takdir kau
bisa merubahnya.
Banyak
yang bisa dilihat jika kau merubah takdir yaitu usaha dan ikhtiarmu, sesuatu
yang engkau lihat disekelilingmu adalah pengendalianmu. Jika kau yakin dan
percaya pada usahamu kau juga bisa mengendalikan waktu. Banyak orang berbahagia
dengan waktu atau malah sebaliknya kecewa. Karena, waktu bagaikan pedang kau
harus memiliki strategi untuk mengalahkannya. Jika tidak kau akan dengan kecewa
di makan oleh waktu.
Terkadang
waktu itu jahat merenggut asa seseorang tetapi itu hanyalah semu. Karena sudah
kukatakan takdir yang bisa mengubah keadaan hanyalah usaha yang bisa
mengatasinya. Jangan salahkan waktu, karena waktu bekerja dengan semestinya,
dia bekerja sesuai tugasnya. Sesuai aturan. Jika masih ada orang yang
menyalahkan waktu maka orang itu tidak mempercayai takdir.
"dunia telah menjadi kebiasaan. Mereka terkesan dengan segala yang mereka lihat di sekitar mereka hingga mereka tak dapat mempercayai penglihatannya. Kita telah melihat segalanya beberapa kali sebelumnya hingga kita menganggap kenyataan sebagai sesuatu yang apa adanya"
Mereka (orang yang cinta dunia) menganggap dunia ini segala-galanya hingga menyilaukan mata mereka menganggap hanya dunia yang bisa memenuhi permintaan mereka karena mereka tau bahwa tidak ada kehidupan yang datang 2 kali. Pikiran mereka kerdil, mereka dibutakan oleh kesenangan duniawi mereka melihat hanya dari dhohirnya saja tidak mengambil hikmah atas anugrah yang telah diberikan tuhan dalam hidup mereka.
Sedangkan kita (orang yang menganggap dunia biasa) yang melihat dunia apa adanya tidak lebih tidak kurang bahkan menjijikan dalam kategori orang biasa mungkin mereka hanya memandang biasa menganggap dunia biasa-biasa saja melakukan hal dengan apa adanya, tapi kalau orang yang menganggap dunia menjijikan, dunia bagaikan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi sehingga batas ruang penglihatan kita ke mereka sangat kecil.
.
Mungkin ingin berdiskusi lebih lanjut kunjungi ig saya @fisty_wilda
BalasHapus